JAMBIUPDATE.CO, SENGETI – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Komoditas seperti telur ayam, beras, tepung, hingga sagu tercatat mengalami kenaikan harga yang dipicu meningkatnya biaya distribusi dan transportasi.
Berdasarkan pantauan di pasar, harga telur ayam kini mencapai Rp47 ribu per papan berisi 30 butir, naik dari sebelumnya Rp44 ribu per papan.
BACA JUGA: 28 Rio Terpilih Hasil Pilrio Serentak Bungo Dilantik Bertahap Mulai Agustus
Sementara itu, harga beras premium kemasan 20 kilogram juga mengalami kenaikan. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp295 ribu hingga Rp298 ribu per karung, kini naik menjadi sekitar Rp302 ribu per karung, tergantung merek.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas sagu. Harga sagu melonjak dari Rp11 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Selain itu, harga tepung juga mengalami penyesuaian dibandingkan pekan sebelumnya.
BACA JUGA: Bupati Tebo Rotasi 82 Pejabat dan Lantik 35 Kepala Sekolah, Perkuat Kinerja Birokrasi
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Sengeti, Harpika, mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa kebutuhan pokok utama. Meski demikian, ia memastikan stok barang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Dalam minggu ini yang naik itu beras, telur, tepung, dan sagu. Untuk stok masih aman, tidak ada kekurangan barang. Kenaikan ini lebih karena biaya distribusi dan transportasi yang semakin tinggi, sehingga harga dari distributor juga ikut naik," ujarnya.
Menurut Harpika, meningkatnya biaya distribusi tidak terlepas dari sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, sementara harga BBM non-subsidi masih relatif tinggi.
Kondisi tersebut membuat biaya angkut barang dari distributor menuju pasar meningkat, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pedagang.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap terjaga dan beban ekonomi warga tidak semakin berat," pungkasnya.(wan)
