iklan Tanaman padi di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tumbuh baik dan memasuki fase generatif menjelang panen MT II Tahun 2026. Sebanyak 3.371 hektare sawah di tujuh kecamatan diperkirakan mulai dipanen pada akhir Agustus hingga awal September.
Tanaman padi di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tumbuh baik dan memasuki fase generatif menjelang panen MT II Tahun 2026. Sebanyak 3.371 hektare sawah di tujuh kecamatan diperkirakan mulai dipanen pada akhir Agustus hingga awal September.

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) belum berdampak signifikan terhadap tanaman padi musim tanam (MT) II Tahun 2026. Ribuan hektare sawah yang tersebar di tujuh kecamatan sentra produksi saat ini masih dalam kondisi baik dan memasuki fase generatif menjelang panen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjabtim, Sunarno, mengatakan panen padi MT II diperkirakan mulai berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026.

"Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi tanaman padi masih aman. Tanaman sudah memasuki fase generatif dan dalam beberapa minggu ke depan akan memasuki masa panen," ujarnya.

BACA JUGA: Pemkab Kerinci dan BPSDMP Kemenhub Teken MoU Pengembangan SDM Sektor Transportasi

Berdasarkan data Dinas TPH Tanjabtim, luas areal panen yang diperkirakan dipanen pada Agustus hingga awal September mencapai 3.371 hektare. Areal tersebut tersebar di tujuh kecamatan.

Kecamatan Nipah Panjang menjadi wilayah dengan areal panen terluas, yakni 1.027 hektare, disusul Kecamatan Berbak 986 hektare, Rantau Rasau 695 hektare, Muara Sabak Timur 255 hektare, Geragai 226 hektare, Dendang 83 hektare, dan Muara Sabak Barat 74 hektare.

BACA JUGA: Bakesbangpol Batang Hari Lakukan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Gratis

Sunarno menjelaskan, dari total luasan tersebut hanya sekitar lima hektare lahan yang berpotensi mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kondisi itu masih dapat diantisipasi sehingga diperkirakan tidak akan mengganggu target produksi padi daerah.

"Kami telah menginstruksikan seluruh Koordinator Penyuluh (Korluh) Pertanian untuk melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi lahan dan tanaman petani, terutama di wilayah yang mulai mengalami penurunan debit air," jelasnya.

Selain melakukan pemantauan, Dinas TPH juga mengoptimalkan pemanfaatan mesin pompa air yang telah tersedia di kelompok tani untuk menjaga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.

"Kami sudah menginstruksikan Korluh di lapangan agar memanfaatkan pompa yang ada. Jika ditemukan lahan yang mulai kekurangan air, segera dilakukan langkah penanganan sehingga tanaman tetap bisa tumbuh optimal hingga masa panen," tegasnya.

BACA JUGA: Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Kembali Normal Usai Penanganan Cepat BPJN

Keberhasilan menjaga kondisi tanaman padi di tengah musim kemarau menjadi kabar baik bagi para petani. Tanjabtim merupakan salah satu sentra produksi padi di Provinsi Jambi yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan produksi melalui program intensifikasi dan peningkatan indeks pertanaman.

Dengan kondisi tanaman yang relatif aman, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim optimistis target panen MT II Tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan daerah.(lan)


Berita Terkait



add images