iklan

JAMBIUPDATE.COM, SAROLANGUN - Selain menjaga dan melestarikan hutan beserta isinya Kesatuan Pelestarian Hutan Produksi (KPHP) Unit VII UTP Disbunhut Kabupaten Sarolangun juga berhasil mengembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu dan minyak kepayang.Tidak kurang dari 6 ton pertahun hasil madu hutan Sarolangun berhasil dikembangkan oleh KPHP Unit VII Sarolangun.Kepala KPHP Unit VIIŽ Sarolangun Misriadi, SP, M.Sc saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya berhasil mengembangkan hasil hutan sarolangun berupa madu dengan mengajak para petani untuk ikut melestarikan lebah serta pohon sialang tempat lebah membuat sarangnya. 

 "Petani ambil dari hutan, kita bina, dengan pemanenan lestari, yaiu tidak di bakar, akan tetapi menggunakan metode pengasapan, sehingga lebah tidak mati, selain itu sistem pemotongan disisakan 10 cm, dan anak-anak lebah tidak diambilŽ," katanya.

 "Sedangkan Žlebah yg kena asap akan kembali lagi, dan berproduksi lagi," tambah Misriadi.

 Tidak kurang dari 6 ton pertahun hasil madu hutan Sarolangun berhasil dikembangkan oleh KPHP Unit VII Sarolangun. "6 ton pertahun potensi yang teridentifikasi, saya yakin lebih banyak," kata Misriadi.

 Selain madu, KPHP Unit VII Sarolangun juga mengembangkan hasil hutan lainnya berupa minyak sialang. Minyak yg dihasilkan dari buah kepayang, ternyata banyak tumbuh dikawasan hutan sarolangun. KPHP Sarolangun sedikitnya bisa mengembangkan 30ton pertahun minyak tersebut. "Mjnyak kepayang satu desa di Sungai Bemban Batang Asai, satu kali periode 30 ton setahun, satu desa, diperkirakan ada ratusan ton," kata Misriadi. Menurut Misriadi, minyak Sialang mempunyai kelebihan dibanding minyak sayut yang biasa di pakai. "Kelebihannya rendah lemak (Non kolestrol), dan kebiasaan masyarakat Sarolangun minyak ini dianggap sebagai relaksasi, karena rasa yg luar biasa," kata Misriadi. "Lebih nikmat makanan digoreng menggunakan minyak kepayang," tambah Misriadi. Untuk pemasaran kedua jenis hasil hutan Sarolangun tersebut menurut Misriadi sudah dipasarkan. "ŽMinyak kepayang dalam waktu dekat akan dipasarkan, kalau madu sudah dipasarkan, kita punya pasar khusus," pungkas Misriadi. (feb)

 


Berita Terkait



add images