iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARABULIAN Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kecamatan Bathin XXIV akhir-akhir ini banyak yang mengeluh. Pasalnya, dalam sehari hingga tiga kali terjadi pemadaman listrik di wilayah tersebut. Dampaknya, alat elektronik milik warga banyak yang rusak.

Setiap hari warga diliputi kekhawatiran karena takut bila ada peralatan elektronik yang rusak. Listrik padam sudah seperti orang minum obat pula sekarang, tiga kali dalam sehari,  ujar Asro HR selaku Ketua BPD Desa Aur Gading.

Kepala Puskesmas Durian Luncuk Safrianto juga turut mengeluh perihal kondisi listrik di tempat kerjanya. Di Puskesmas juga banyak peralatan medis yang menggunakan listrik.

Akibat pemadaman listrik yang tidak menentu, kerja pihak Puskesmas jadi terganggu. Bisa jadi pasien tidak tertangani dengan maksimal karena keterbatasan peralatan medis, keluh Safrianto.

Sementara itu Camat Bathin XXIV Verry Ardiansyah saat dikonfirmasi  menjelaskan, Saat ini pihak kecamatan memang sudah mendapat beberapa laporan mengenai kondisi listrik. Baik laporan dari warga maupun pemerintahan desa dan kelurahan. Pemadaman listrik memang sering terjadi, tepatnya mulai dari Desa Paku Aji ke arah hulu hingga Desa Jelutih. Setidaknya ada beberapa desa dan kelurahan yang aliran daya listriknya berasal dari Kabupaten Sarolangun. Terang Camat.

Menurut keterangan dari Camat hingga saat ini pihak kecamatan belum mendapat konfirmasi dari pihak PLN mengenai kondisi ini. Mulai dari Desa Paku Haji hingga ke hulu itu aliran listriknya dari Kabupaten Sarolangun. Jadi belum ada laporan  dari pihak PLN sana mengenai pemadaman ini. Warga juga mengeluh terhadap kondisi listrik saat ini, banyak laporan dari warga yang merasa rugi karena peralatan elektronik mereka yang rusak, seperti kulkas, televisi hingga peralatan dapur lainnya yang memanfaatkan tenaga listrik. Tukas Camat. (adi)

 


Berita Terkait



add images