JAMBIUPDATE.CO, PANGKEP Kekeringan membuat petani mengalami kerugian, akibat gagal panen. Harapan untuk mendapatkan hasil melimpah sirna.

Sejak awal tanam, padi petani tak pernah lagi mendapatkan air. Itu karena sawah-sawah di sana memang hanya mendalkan hujan.

Seorang petani di Kampung Bonto Manai, Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Erlina menyampaikan, baru tahun ini kekeringan panjang melanda wilayah tersebut. Tahun-tahun sebelumnya masih ada hujan yang turun.

Pada lahan seluas 13 are yang diharap Erlina, ia kerap memanen hasil hingga 13 karung gabah. Namun kini, dapat dua harung saja sudah sangat bersyukur.

Untung kalau bisa dapat dua karung, ini hasilnya lebih banyak yang rusak. Gagal panen karena air yang kurang, ujarnya, Rabu, 7 Agustus.

Petani lainnya, Hasmawati menjelaskan padi miliknya tidak berisi akibat, kekurangan air.

Tanah-tanah persawahan juga sudah mengeras dan retak. Sebagian padi mengeluarkan bulir, namun tidak berisi, lebih banyak yang rusak, ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Andi Sadda mengaku sudah ada beberapa warga yang melaporkan kondisi lahan persawahan yang mengalami kekeringan.

Kalau puso sampai sekarang belum ada laporan, sejauh ini kekeringan memang yang mengancam persawahan. Kita siapkan pompanisasi sebagai salah satu solusi, katanya.

(fit/iad)


Sumber: fin.co.id

Komentar

Berita Terkait

Digerebek di Kamar Kos, Kok Ada Warna Merah di Lehermu Dik?

Ganti Rugi Mati Lampu, Gaji Pegawai PLN Bakal Dipangkas

“Dapur “ Pemberitaan TMMD 105 Kodim Demak

Rekomendasi




add images