iklan Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri pada 2 Mei 2022-Lucas Pezeta-Pexels
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri pada 2 Mei 2022-Lucas Pezeta-Pexels

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah pada Senin 2 Mei 2022.

"Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengimbau agar Sholat Idul Fitri dan segenap rangkaiannya, seperti takbiran, pelaksanaan zakat fitrah, dan lain sebagainya dapat diselenggarakan dengan khusyuk dan saksama," kata Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto, Selasa 26 April 2022.

Agung mengingatkan, seluruh pelaksanaan rangkaian perayaan ibadah Idul Fitri 1443 Hijriah, wajib dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes), misalnya menggunakan masker dan lain sebagainya.

"Kesempatan Hari Raya Idul Fitri harus dimanfaatkan untuk menjaga solidaritas dan memperkuat silaturahim," ujarnya.

Agung berharap, pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan dengan bijak oleh masyarakat, yakni dengan menjalin silaturahmi setelah selama dua tahun karena tidak bisa bertemu secara fisik pada momen Lebaran.

"Muslimin dan Muslimat dimanapun berada untuk memanfaatkan Hari Raya Idul Fitri ini untuk memelihara silaturahmi dengan mengucapkan salam, atau mengunjungi sanak kerabat dalam rangka untuk menjaga silaturahmi setelah dua tahun terdampak Covid-19 tidak sempat untuk melaksanakan silaturahim," tuturnya.

Agung mengimbau, bagi para pemudik untuk tetap waspada dan berhati-hati di jalan hingga selamat sampai tujuan dengan selamat.

"Bagi pemudik diharap untuk tidak memaksakan diri dalam berkendara, jika badan dirasa sudah lelah dan mengantuk supaya untuk istirahat," pungkasnya.

Lantas bagaimanakah dengan Pemerintah? Apakah Lebaran 2022 atau Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah akan jatuh sama dengan Muhammadiyah?

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyatakan, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1443 H mendatang, sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), sehingga cara ini nantinya bisa ditentukan kapan hari raya Idul Fitri 2022  

“Di Indonesia, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan dengan 1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat,” ujar Kamaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag.  

"Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru Mabims," sambungnya

Menurut kriteria baru Mabims, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. 

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.  

Kamaruddin menambahkan, Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan sidang isbat, dengan menggunakan metode hisab dan rukyat, di mana posisi hilal Syawal akan dipresentasikan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah yang selanjutnya menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia. 

"Rukyat digunakan sebagai konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan. Kedua hal yaitu hisab dan konfirmasi pelaksanaan rukyatul hilal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk selanjutnya diambil keputusan awal Syawal 1443 H," ujarnya. (*)


Berita Terkait



add images