JAMBIUPDATE.CO, MARIUPOL -- 264 tentara terakhir Ukraina yang bertahan di pabrik baja Azovstal, Mariupol, menyerah dan tidak melakukan perlawanan lagi terhadap tentara Rusia.

Mereka melatakkan senjata mulai Senin 16 Mei 2022 dan ditandai dengan dilakukannya evakuasi para tentara terakhir Ukraina ini. 

Dengan demikian, pasukan terakhir Ukraina menyerahkan kendali Mariupol sepenuhnya ke pasukan Rusia setelah pabrik baja Azovstal terus menerus dibombardir.

Info penyerahan pasukan terakhir Ukraina di Mariopol itu dibenarkan Wakil menteri pertahanan Ukraina Anna Malyar.

Dia mengatakan 53 tentara yang terluka dari pabrik baja Azovstal dibawa ke sebuah rumah sakit di Kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, sekira 32 kilometer ke timur.

Sebanyak 211 orang lainnya dibawa ke Kota Olenivka, di daerah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia.

Sejumlah 264 tentara pasukan Ukraina yang dievakuasi, selanjutknya akan dikenakan pertukaran tahanan potensial dengan Rusia.

Dilaporkan Reuters, ada lima bus yang membawa pasukan dari Azovstal tiba di Novoazovsk pada Senin malam.

Beberapa tentara yang dievakuasi terluka dan dibawa keluar dari bus dengan tandu.

Sekira 600 tentara diyakini berada di dalam pabrik baja tersebut.

"Kami berharap kami dapat menyelamatkan nyawa orang-orang kami," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato larut malam.

"Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan pahlawannya dalam keadaan hidup."

Pihak Militer Ukraina mengatakan telah memerintahkan komandan unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa personel dan pasukan di sana telah memenuhi misi tempur mereka.

Upaya untuk menyelamatkan pasukan yang masih di dalam sedang berlangsung, tambah militer.

Tidak disebutkan berapa banyak pasukan yang tersisa.

Pasukan Ukraina mengatakan mereka bertahan di Azovstal selama 82 hari, mengulur waktu bagi seluruh Ukraina untuk memerangi pasukan Rusia dan mengamankan senjata Barat yang dibutuhkan untuk menahan serangan Rusia.

Namun evakuasi kemungkinan menandai akhir dari pertempuran terpanjang dan paling berdarah dari perang Ukraina dan kekalahan yang signifikan bagi Ukraina. (*)


Sumber: Disway.id

Komentar




add images