JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi menggelar press release kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026–2027. Masyarakat di Provinsi Jambi diminta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor hingga banjir pesisir.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi tersebut dihadiri Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Tri Agus Pramono, Doni Sumantriadi, Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Jayawan Tua Sinaga, serta sejumlah awak media di Provinsi Jambi.
BACA JUGA: Usai Tikam Warga hingga Tewas, Pelaku Diserahkan Keluarga ke Polisi
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BMKG memberikan early warning kepada masyarakat agar dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki musim hujan.
Tri Agus mengatakan, meskipun saat ini Jambi masih berada dalam musim kemarau, masyarakat perlu mulai bersiap karena musim hujan diprakirakan mulai datang secara bertahap pada akhir Oktober 2026.
“Memang kita masih berada di musim kemarau. Tapi kita juga harus waspada dengan adanya musim hujan yang kemarin sudah dirilis oleh BMKG. Di minggu akhir Oktober kita sudah memasuki musim hujan, tetapi belum semuanya, masih beberapa wilayah saja,” ujar Tri Agus.
BACA JUGA: Kasus ISPA di Batang Hari Naik Drastis, Hingga Oktober 3000 Lebih Warga Terdampak
Ia juga meminta media ikut membantu menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat.
“Kami berharap teman-teman media juga bisa memberitakan ke media sosial masing-masing agar kita semua, masyarakat Provinsi Jambi, bersiap-siap terkait kehadiran musim hujan di wilayah kita,” kata ketua tim.
Berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan di Provinsi Jambi tidak terjadi secara bersamaan. Musim hujan diperkirakan datang dalam tiga tahap.
Tahap pertama terjadi pada dasarian ketiga Oktober atau sekitar 21–30 Oktober 2026. Wilayah yang diprakirakan memasuki musim hujan pada periode ini meliputi Muaro Jambi, Kota Jambi, Batanghari, Tebo dan sebagian wilayah Musi Rawas.
BACA JUGA: Bikin Penasaran! Pemkot Jambi Lelang RX King, Ada Paket Cuma Rp16 Jutaan
Selanjutnya, pada dasarian pertama November, musim hujan diprakirakan mulai terjadi di bagian utara Tanjung Jabung Barat, bagian utara Bungo, bagian barat Merangin dan bagian barat Sarolangun.
Kemudian pada dasarian kedua November atau sekitar 11–20 November, musim hujan diprakirakan mulai memasuki Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan sebagian kecil Tanjung Jabung Timur.
BMKG juga mencatat adanya perbedaan waktu awal musim hujan dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020.
Untuk Sarolangun bagian barat, Merangin bagian barat, Bungo bagian utara, Tanjung Jabung Barat bagian utara dan sebagian kecil Tanjung Jabung Timur, awal musim hujan diprakirakan mundur hingga tiga dasarian.
“Yang seharusnya awal musim hujannya di akhir September, tahun ini menjadi akhir Oktober. Itulah yang disebut mundur tiga dasarian,” jelasnya.
Sementara itu, Batanghari, Muaro Jambi, Tebo dan sebagian besar Tanjung Jabung Timur diprakirakan mengalami kemunduran sekitar dua dasarian. Sedangkan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diperkirakan mundur satu dasarian.
