iklan
(foto.net)

Untuk mengantisipasi gagal panen, pemerintah telah menyiapkan upaya mitigasi. Misalnya, untuk lahan padi gogo yang siap tanam dipasang pompa air. Selain itu, sumur dangkal dengan kedalaman 5 meter juga diberikan pompa agar air bisa naik dan bisa menanam tanaman padi gogo.

“Padi gogo adalah jenis padi yang bisa ditanam di lahan kering. Jadi 2019 ini terobosan baru mau nanam padi gogo di sawah hampir 50rb Ha. Kami ikuti perkembangannya selama dua bulan ini ya, Agustus sampai September,” tuturnya.

Meski lahan puso meluas stok beras dalam negeri tidak terganggu. Pasalnya, masalah kekeringan di pulau Jawa dapat diatasi oleh pihaknya dengan cara menanam tanaman di daerah rawa yang airnya surut.

Dengan kerangka sampel area (KSA) Badan Pusat Statitistik (BPS) memperkirakan, luas panen selama Januari-September mencapai 8,99 juta hektare (ha). Jika dikonversi, luasan panen tersebut dapat memproduksi 46,9 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 26,91 juta ton beras.

Kebutuhan konsumsi selama periode yang sama mencapai 22,28 juta ton. Jadi, kalau dihitung produksi dikurangi konsumsi, Januari sampai September ini surplus (beras) sekitar 4,6 juta ton,” jelasnya.


Berita Terkait



add images