iklan Masnah, Bambang Bayu Suseno, Ivan, Asnawi.
Masnah, Bambang Bayu Suseno, Ivan, Asnawi.

Sebagai mantan kepala daerah, Masnah dan BBS memiliki kans paling besar, disusul Ivan yang pada Pilkada lima tahun lalu juga ikut bertarung. Sedangkan Asnawi dengan juga punya peluang karena merupakan putra daerah dan memahami mendan pertarungan.

“Masnah dan BBS saya lihat membentuk poros sendiri. Tinggal bagaimana Ivan dan Asnawi, ini tentu menjadi tantangan,” sebutnya.

Bagaimana dengan Jun Mahir? Wakil Rektor IAIN Kerinci ini menyebutkan bahwa nama Jun Mahir sejuah ini belum terlalu kuat untuk menjadi representasikan trah Mahir di Muaro Jambi. Ini berbeda dengan Agustian Mahir yang mencalonkan diri pada Pilkada 2017 lalu, dengan dukungan penuh Burhanuddin Mahir. “Jun Mahir ini tidak banyak terdengar, namanya belum cukup kuat. Tapi kalau untuk posisi wakil juga harus diperhitungkan,” sebutnya.

Disamping itu, kata Jafar Ahmad, pengaruh Plt Bupati Muaro Jambi juga harus diperhitungkan pada Pilkada 2024 nanti. Ini menjadi variabel sendiri diluar kekuatan para kandidat yang akan bertarung.

“Karakteristik masyarakat Muaro Jambi ini sedikit berbeda dengan daerah lain. Mereka lebih mudah menerima pengaruh kekuasaan, sehingga keberadaan plt juga harus diperhitungkan,” sebutnya.

Pengamat politik Paharudin melihat hal yang sama pada Pilkada Muaro Jambi. Menurutnya, hingga saat ini hampir tidak ada figur lain yang menonjol di Muaro Jambi.

“Sampai sekarang saya lihat tidak ada figure baru selain tiga kontestan lama. Ini cukup menarik di Pilkada Muaro Jambi,” ujarnya.

Karena tidak ada figure baru yang dominan, kata Pahrudin, sehingga kemungkinan akan terjadi adalah rematch atau tanding ulang kontestan lama. “Jadi pertarungannya bisa ngulang edisi Pilkada sebelumnya antara Masnah, BBS dan Ivan Wirata,” bebernya.

Padahal kata Pahrudin, dalam kontestasi Pilkada masyarakat lebih berharap munculnya tokoh baru. Artinya untuk Muaro Jambi harus ada wajah baru yang lebih serius sehingga bisa mengimbangi ketiga tokoh yang ada. “Kita berharap tentu muncul tokoh baru. Sehingga masyarakat punya pilihan lebih,” tegas Peniliti Publik Trust Institute (PUTIN) tersebut.

Berdasarkan survei pihaknya pada Februari lalu, kata Pahrudin, belum ada nama lain diluar dari tiga kandidat ini yang muncul. Meskipun ada beberapa nama, namun tidak  signifikan dan belum bisa berhadap-hadapan dengan tiga nama tersebut.

“Kalau untuk posisi wakil diluar dari tiga nama itu, sinyalnya juga masih kecil untuk ditangkap publik. Artinya masih rendah sekali, sehingga untuk bertarung masuk dalam gelanggang masih sulit,” jelasnya.

Berita Terkait



add images