iklan Kolaso Foto Masnah Busro, H.Bakri, Adirozal.
Kolaso Foto Masnah Busro, H.Bakri, Adirozal.

Direktur Eksekutif Publik Trust Institute ini menilai keduanya bisa menjadi potensi ancaman bagi Bakri selaku petahana. Setidaknya pupularitas mereka sebagai mantan Bupati mampu meraup suara di wilayah masing-masing. “Ini bisa menjadi ancaman,” sebutnya.

Hanya saja, kata Pahruddin, keduanya juga memiliki plus minus. Seperti Adirozal yang harus berebut dengan banyak tokoh dari partai lain di wilayah Kerinci seperti Safril Nursal, Faizal Kadni, Nuzran Joher dan Ami Taher.

“Mampu atau tidak Adirozal mendapatkan suara maksimal di basis. Kita tau ada banyak tokoh yang maju dari Kerinci,”  sebutnya.

Belum lagi dengan waktu yang tersisa ini, mampu atau tidak Adirozal maupun Masnah mengkonsolidasikan suara diluar basis tersebut. Menurutnya ini merupakan pekerjaan berat sekaligus tantangan bagi keduanya apabila hendak melenggang ke Senayan.

“Masa kampanye inikan sedikit sekali. Masnah misalnya, baru muncul setelah penetapan DCT. Artinya sudah tertinggal jauh sekali,” katanya.

  Ini berbeda dengan kondisi Bakri yang jauh-jauh hari sudah fokus menggarap suara. Sebagai petahana, Bakri jauh lebih siap untuk melanggengkan posisinya sebagai anggota DPR  RI.

“Untuk sekarang, posisinya mungkin Bakri diatas. Tapi dalam politik semua bisa saja berubah, selalu ada kejutan apabila mampu bergerak maksimal,” pungkasnya. (aiz)


Berita Terkait



add images