Ia menjelaskan, proyek tersebut sebenarnya telah mulai dikerjakan sejak beberapa tahun terakhir. Namun dalam perjalanannya, target penyelesaian mengalami beberapa kali perubahan, dari semula ditargetkan selesai pada 2024, kemudian bergeser ke 2025, dan kini bergeser lagi menjadi 2026.
Karena itu, DPRD menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi target final yang benar-benar terealisasi. “Dalam setiap kesempatan rapat, termasuk hari ini, kami tegaskan bahwa 2026 harus tercapai. Berdasarkan rapat terakhir, penyelesaian ditargetkan sekitar Agustus atau September 2026. Ini harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Menurut Hafiz, percepatan tersebut hanya bisa terwujud apabila seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan bersinergi. DPRD Provinsi Jambi, lanjutnya, juga membuka kemungkinan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mempercepat proses penyelesaian proyek strategis tersebut.
Ia menekankan bahwa dorongan percepatan ini tidak memiliki muatan politik. “Ini murni kesadaran kita bersama demi Bumi Jambi. Jalan khusus batu bara adalah kebutuhan vital masyarakat. Kalau ini selesai, masyarakat akan lebih nyaman berlalu lintas dan dampaknya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan signifikan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Hafiz berharap penyelesaian jalan khusus batu bara dapat menjadi titik awal peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi. “Kita berharap ujungnya nanti adalah kesejahteraan masyarakat Jambi,” tegasnya lagi. (*)
