“Kami menargetkan 250 ribu rumah tangga terlibat dalam program OPBM. Ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Nantinya juga akan ditegakkan regulasi untuk menghilangkan TPS liar,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai inovasi pengolahan sampah terus dikembangkan, mulai dari bahan bakar alternatif (refuse derived fuel), maggot, pupuk cair, hingga rencana pembangunan fasilitas Waste to Energy dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Jambi juga telah mencatat sejumlah wilayah yang berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara optimal, bahkan tanpa keberadaan TPS.
Program OPBM direncanakan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Jambi pada 2 Juni mendatang, sebagai langkah besar menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*)
