4. Mendesak perusahaan untuk menghentikan seluruh aktivitas yang berpotensi memicu konflik, serta membuka ruang dialog yang setara dan adil dengan masyarakat adat.
WALHI Jambi menilai, peristiwa di Sarolangun ini harus menjadi peringatan keras bahwa konflik sumber daya alam di Jambi telah berada pada titik darurat. Tanpa keberpihakan yang jelas kepada rakyat, khususnya masyarakat adat, maka keadilan ekologis dan sosial hanya akan menjadi slogan tanpa makna.
Hentikan kekerasan. Akui hak masyarakat adat. Selesaikan konflik secara adil. (*)
