iklan Harga Sawit Capai Rp3.050/Kg, Petani Tanjabtim Tetap Keluhkan Buah Trek Selama Tiga Bulan
Harga Sawit Capai Rp3.050/Kg, Petani Tanjabtim Tetap Keluhkan Buah Trek Selama Tiga Bulan

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) saat ini mencapai rata-rata Rp3.050 per kilogram. Meski harga jual tergolong tinggi, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan pendapatan petani karena produksi sawit sedang mengalami masa trek atau penurunan hasil.

Kondisi ini telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir dan dirasakan hampir seluruh petani sawit, khususnya di Kecamatan Geragai. Produksi kebun menurun drastis sehingga volume panen jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal.

BACA JUGA: Harga Sawit Capai Rp3.050/Kg, Petani Tanjabtim Tetap Keluhkan Buah Trek Selama Tiga Bulan

Salah seorang petani sawit di Desa Pandan Jaya, Pakde Pon, mengatakan kebun sawit miliknya seluas sekitar dua hektare biasanya mampu menghasilkan hingga tiga ton TBS setiap kali panen. Namun sejak memasuki masa trek, hasil panennya turun drastis menjadi sekitar satu ton.

"Kalau harga memang bagus, rata-rata sudah Rp3.050 per kilogram. Tapi buahnya lagi trek sekitar tiga bulan ini. Biasanya dari kebun dua hektare bisa dapat tiga ton, sekarang paling sekitar satu ton saja, jadi penghasilan tetap turun," ujarnya.

BACA JUGA: Gunung Kerinci Tetap Jadi Primadona, Kunjungan Wisata TNKS Meningkat pada 2026

Menurutnya, tingginya harga TBS belum mampu menutupi penurunan produksi. Akibatnya, pendapatan yang diterima petani justru mengalami penurunan dibanding saat produksi normal.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Paidi. Ia menyebut kondisi buah trek terjadi hampir merata di kalangan petani sawit di wilayah tersebut.

"Banyak petani yang merasakan hal yang sama. Walaupun harga tinggi, hasil panen sedikit karena buah trek, jadi pendapatan tetap berkurang," katanya.

Para petani berharap kondisi produksi sawit segera kembali normal sehingga tingginya harga TBS benar-benar dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Saat ini, meski harga sawit berada di level yang cukup baik, minimnya hasil panen masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani sawit di Tanjabtim.

BACA JUGA: Satresnarkoba Polres Muaro Jambi Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Kumpeh Ulu, 7 Paket Diamankan


Berita Terkait



add images